icmzhe2subekti

This WordPress.com site is the cat’s pajamas

Tugas Mata Kuliah Komputer June 28, 2012

Filed under: Tugas Mata Kuliah Komputer — icmzhe2subekti @ 9:32 pm

TELAAH JOURNAL DOMESTIK

 

Metode pencarian literatur:

  • Database yang digunakan                   : Portal Garuda
  • Kata kunci pencarian literatur         : Pubertas
  • Jumlah literatur yang didapatkan   : Sekitar 127 hasil (0,068 dtk)
  • Proses seleksi literatur                         :

CRITICAL JOURNAL

 

GAMBARAN PENGARUH INTERNET TERHADAP PERSEPSI REMAJA TENTANG PUBERTAS

DI SMU NEGERI 3 BOGOR

ABSTRAK

Konteks :

Memasuki era informasi, teknologi informasi dan komunikasi terus berkembang cenderung akan mempengaruhi segenap kehidupan manusia. Hal ini tercipta berkat adanya dukungan teknologi canggih di bidang komunikasi seperti internet. Internet merupakan media yang sangat potensial yang tidak hanya untuk menyampaikan informasi tetapi juga mempengaruhi persepsi dan tingkah laku baik positif maupun negatif (Suryani, 2001). Persepsi adalah proses pemahaman ataupun pemberian makna atas suatu informasi terhadap suatu stimulus. Stimulus didapat dari proses penginderaan terhadap objek, peristiwa atau hubungan-hubungan antar gejala yang selanjutnya diproses oleh otak. Pubertas adalah masa ketika seorang anak mengalami perubahan fisik, psikis dan pematangan fungsi seksual. Masa remaja merupakan masa peralihan antara masa anak-anak dan masa dewasa yang berjalan antara umur 12 tahun sampai 21 tahun. Masa remaja identik dengan masa pubertas karena pada masa ini telah terjadi kematangan organ reproduksi sehingga terjadi perubahan fisik dan emosi.

Tujuan :

Mengetahui gambaran pengaruh internet terhadap persepsi  remaja tentang pubertas.

Pengaturan dan Desain :

Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan metode cross sectional dengan jumlah responden 286 orang dengan pertanyaan yang diajukan 26 pertanyaan.

Bahan dan Metode :

Metode sampel yang dipilih untuk penelitian ini adalah purposive sampling.

Analisis Statistik :

Menggunakan distribusi frekuensi untuk mengetahui gambaran pengaruh internet terhadap persepsi remaja tentang pubertas.

Hasil :

Hasil yang didapatkan adalah sebayak 6 orang responden (2,1 %) memiliki persepsi negative tentang pubertas dan sebanyak 280 orang responden (97,9%) memiliki persepsi positif. Nilai rata-rata (mean) dari data tersebut adalah 76,9021. Dan nilai mediannya adalah 77.

Untuk penelitian selanjutnya peneliti merekomendasikan penelitian dengan desain analitik atau komparatif, dimana membandingkan dari sumber informasi yang didapatkan oleh responden.

Kata Kunci      : Persepsi tentang pubertas

Daftar Pustaka : 41 (1992-2008)

Judul                           : Gambaran Pengetahuan Internet Terhadap Persepsi Remaja Tentang Pubertas Di SMU 3 Bogor

Penulis                         : Mei Helita Yahwan, 2008

Publikasi                      : Yulia Yekti Subekti P2724012 087

Tanggal Telaah            : 27 Juni 2012

A. Diskripsi Jurnal

1. Tujuan Utama Penelitian

Mengetahui gambaran pengaruh internet terhadap persepsi remaja tentang pubertas.

2. Hasil Penelitian

Sebanyak 6 orang responden (2,1 %) memiliki persepsi negative tentang pubertas dan sebanyak 280 responden (97,9 %) memiliki persepsi positif. Nilai rata-rata (mean) dari data tersebut adalah 76,9021. Dan nilai mediannya adalah 77.

3. Kesimpulan

Sebagian besar remaja siswa-siswi SMU Negeri 3 Bogor memiliki persepsi positif terhadap pubertas.

B.  Telaah Journal

1. Fokus Utama Penelitian

Memasuki era informasi, teknologi informasi dan komunikasi terus berkembang cenderung akan mempengaruhi segenap kehidupan manusia.

Internet adalah media komunikasi yang memiliki karakteristik interaktif yang membuat penggunanya mengalami komunikasi tatap muka sebagaimana di dunia nyata walaupun hal tersebut hanya terjadi di dunia maya.

Houghton mencatat pengguna internet di seluruh dunia sekitar 3 juta orang pada tahun 1994, melonjak menjadi sekita 60 juta orang pada tahun 1996, dan 100 juta orang pada tahun 1998. Dan sekarang pengguna internet telah mencapai 1.093.430.359 orang.

Masa remaja merupakan tahap dengan emosi yang labil dan mudah terpengaruh oleh lingkungan sekitarnya termasuk juga informasi-informasi yang didapat melalui media baik cetak maupun elektronik. Internet merupakan media yang sangat potensial yang tidak hanya untuk menyampaikan informasi tetapi juga mempengaruhi persepsi dan tingkah lau baik positif maupun negatif.

C. Elemen yang mempengaruhi tingkat kepercayaan suatu penelitian

1. Gaya Penulisan

Sistematika penulisan telah tersusun dengan baik dan jelas mulai dari judul penelitian, nama penulis, abstrak (konteks, tujuan penelitian, pengaturan dan desain, bahan dan metode, analisis statistik, hasil, kesimpulan, dan kata kunci), pendahuluan, bahan dan metode, hasil, pembahasan, kesimpulan.

Tata bahasa yang dipergunakan dalam penulisan jurnal ini cukup mudah dipahami sehingga memudahkan pembaca untuk mengerti bagaimana penelitian tersebut dilaksanakan dan apa hasil yang diperoleh.

2. Penulis

Penulis dalam penelitian ini berasal dari mahasiswa keperawatan Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta : Mei Helita Yahwan

3. Judul

Gambaran Pengaruh Internet Terhadap Persepsi Remaja Tentang Pubertas Di Smu Negeri 3 Bogor.

Judul Penelitian cukup jelas, akurat, tidak ambigu, dan menggambarkan apa yang akan diteliti.

Namun kekurangannya : belum memenuhi prinsip 5 W 1 H. Tidak dicantumkan tahun penelitian diadakan.

4. Abstrak

Kelebihan :

Abstrak mampu menggambarkan secara jelas mengenai masalah penelitian, tujuan penelitian, metodologi dan hasil yang didapatkan. Memenuhi IMRAD (Introduction, Metode, Result, Analize, Discussion) .Mencantumkan kata kunci.

Kekurangan : Jumlah kata dalam abstrak melebihi 250 kata.

D. Elemen yang mempengaruhi kekuatan suatu penelitian

1. Tujuan/Masalah Penelitian

Mengetahui gambaran pengaruh internet terhadap persepsi remaja tentang pubertas.

2. Konsistensi Logis

Laporan penelitian telah mengikuti langkah-langkah yang seharusnya yaitu:dimulai dari judul penelitian, nama penulis, abstrak (latar belakang, pengaturan dan desain, bahan dan metode, analisis statistik, hasil, kesimpulan, dan kata kunci), pendahuluan, bahan dan metode, hasil, pembahasan, kesimpulan.

3. Literatur review

Penulisan journal menggunakan analitis kritis berdasarkan literatur yang ada dengan membandingkan temuan-temuan pada penelitian sebelumnya dengan hasi yang didapatkan penulis.

Contoh :

Berdasarkan hasil riset yang dilakukan Spire Research & Consulting yang bekerja sama dengan majalah Marketing untuk melihat perilaku,tren, dan kesukaan anak remaaj terhadap mereka dalam berbagai jenis kategori, yang meliputi makanan dan minuman, fashion, telekomunikasi, media, dan lainnya yang dilakukan di lima kota besar (Jakarta, Semarang, Surabaya, Medan dan Makasar) dengan melibatkan 1000 responden yang berumur 13-18 tahun atau masih duduk di bangku SMP dan SMA menunjukan bahwa para remaja sudah mnegerti dan menggunkan internet dalam kegiatan sehari-hari.

Saat ini tingkat pengethauan remaja masih rendah, hal ini ditunjukan dengan bukti bahwa hanya sekitar 50% remaja mengetahui apa arti pubertas (Hasil survey UNPAD 1999 dalam Suryono, 2001).

4. Theoritical kerangka

Kerangka konseptual maupun kerangka teori digambarkan secara jelas dalam jurnal penelitian tersebut, bagian pembahasan, tinjauan pustaka mengenai pajanan internet terhadap persepsi remaja tentang pubertas.

5. Tujuan/sasaran/pertanyaan penelitian/hipotesis

Tujuan dan sasaran penelitian terdapat dalam pendahuluan jurnal tersebut.

6. Sampel

Sampel pada penelitian ini adalah siswa perempuan  dan laki-laki kelas XI SMU Negeri 3 Bogor.

Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah purposive sampling dimana peneliti tidak memberikan kesempatan yang sama bagi anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel. Peneliti mempunyai beberapa kriteria inklusi dan kriteria eksklusi.

Besarnya sampel menggunakan rumus yaitu dengan jumlah n= 286

7. Pertimbangan Ethical

Penelitian ini bersifat sukarela dan responden berhak mengundurkan diri dari proses penelitian ini bila dikehendaki. Sebelum responden mengisi kuesioner, peneliti akan menjelaskan tujuan, manfaat serta menjamin kerahasiaan identitas responden dan hasil kuesioner.

8. Definisi Operasional

Definisi operasional dijelaskan dengan jelas pada penelitian tersebut.

9. Metodologi

Penelitian menggunakan desain penelitian diskriptif dengan metode pendekatan cross sectional.

Teknik pengumpulan data dilakukan dalam satu waktu dengan memberikan kuesioner kepada responden. Pertanyaan kuesioner disusun menggunakan metode skala likert dengan tujuan untuk memudahkan responden untuk menjawab kuesioner.

Pengujian validitas dan reliabelitas dijelaskan di penelitian itu. Uji validitas dan reliabelitas yang digunakan dalam penelitian ini dengan SPPS versi 13.0.

10. Data Analisis dan Hasil

Data kuesioner dikumpulkan dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Analisis data menggunakan metode distribusi frekuensi, dengan univariat untuk presentase atau proporsi dengan memperhatikan perhitungan mean, median, dan modus (nilai yang paling sering muncul).

Penjelasan diagram disertai dengan narasi yang jelas mengenai isi tabel.

Pengaruh internet terhadap persepsi remaja  tentang pubertas terbagi menjadi dua, yaitu persepsi negative dan positive. Persepsi positif dimana pemahaman atau pemberian makna atas informasi pubertas yang benar bahwa pada pubertas terjadi perubahan fisik, psikis, dan fungsi seksual dan dilihat dari jawaban responden sama atau lebih dari median. Sedangkan persepsi negative adalah pemahaman ataupun pemberian makna yang salah atas informasi pubertas dilihat dari jawaban responden kurang dari median.

Dari data terlihat sebanyak 6 orang responden (2,1 %) memiliki persepsi negative tentang pubertas dan sebanyak 280 responden (97,9 %) memiliki persepsi positif.

11. Pembahasan temuan hasil penelitian

Kelebihan :

Bagian pembahasan mengacu kepada beberapa kriteria Hills :

a. Kekuatan asosiasi

Keingintahuan remaja akan pubertas mendorong mereka untuk berusaha untuk mendpatkan informasi dengan mencari alternatif sumber informasi baik it media cetak atau elektronik.

b. Konsistensi

Replikasi dari temuan peneliti sebelumnya memperlihatkan hasil bahwa remaja masih menganggap bahwa perempuan tidak akan hamil hanya sekali melakukan hubungan seks. Kesalahan persepsi ini sebagian besar diyakini oleh remaja laki-laki (49,7%) dibandingkan pada remaja putri (42,3 %).

c. Hubungan temporal

Keberadaan faktor kausa yang mendahului terjadinya penyakit atau akibat. Tidak bisa diketahui keberadaan faktor kausanya sebab disini yang diteliti adalah gambaran pengaruh internet terhadap persepsi remaja tentang pubertas bukan membahas faktor kausa yang mendahului terjadinya penyakit atau akibat.

d. Spesifitas

Penelitian ini menekankan tentang pentingnya arti persepsi remaja tentang perubahan-perubahan fisik pada usianya terhadap proses kehidupan dan perkembangannya sebagai proses perkembangan pada tahap-tahap selanjutnya.

e. Efek dosis respon

Tidak  ada efek dosis respon sebab penelitian ini bukan eksperimen sehingga tidak ada intervensi. Penelitian ini lebih gambaran pengaruh internet terhadap persepsi remaja tentang pubertas

f.  Plausability

Pada penelitian ini, unsur kausalitas dalam hal biological plausibility terpenuhi sebab masa remaja merupakan tahap dengan emosi yang labil dan mudah terpengaruh oleh lingkungan sekitarnya termasuk juga informasi-informasi yang didapat melalui media baik cetak maupun elektronik. Internet merupakan media yang sangat potensial yang tidak hanya untuk menyampaikan informasi tetapi juga mempengaruhi persepsi dan tingkah laku baik positif maupun negatif.

g. Koherensi/Kesesuaian

Pada penelitian ini, unsur  coherence/ kesesuaian  terpenuhi dalam hal pemilihan subjek dimana dalam latar belakang penelitian ini telah di sebutkan bahwa masa remaja yang identik dengan masa pubertas dimana pada masa telah terjadi kematangan organ reproduksi sehingga terjadi perubahan fisik dan emosi. Perubahan-perubahan itu dapat menyebabkan respon positif dan negatif yang kemudian akan mempengaruhi proses berhubungan dengan masyarakat.

h. Bukti Eksperimen

Penelitian ini bukan merupakan experimental.

i. Analogi

Pada penelitian ini, unsur kausalitas dalam hal analogi terpenuhi sebab dalam beberapa penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa kurangnya pengetahuan remaja tentang pubertas mendorong rasa keingintahuan mereka untuk mendapatkan informasi. Informasi-informasi itu mereka dapat melalui media baik cetak maupun elektronik. Internet merupakan media yang sangat potensial yang tidak hanya untuk menyampaikan informasi tetapi juga mempengaruhi persepsi dan tingkah laku baik positif maupun negatif.

Pembahasan hasil temuan dikaitkan kembali dengan berbagai hasil temuan sebelumnya dari tinjauan pustaka yang diambil, baik yang hasil temuannya berkorelasi dengan hasil yang didapatkan maupun yang tidak.

Kelebihan :

Kekuatan dan keterbatasan penelitian termasuk generalisasi sudah dijelaskan dalam jurnal tersebut.

Jurnal ini juga berusaha memberikan rekomendasi untuk penelitian selanjutnya.

12. Referensi :

Literatur yang digunakan sekitar 50 % menggunakan literatur terbaru yang berasal dari jurnal-jurnal yang telah dipublikasikan sebelumnya.

13. Kesimpulan dan Saran

Kelebihan :

  1. Isi kesimpulan peneliti merupakan jawaban dari tujuan penelitian.
  2. Kesimpulan ringkas, jelas dan padat.
  3. Peneliti memberikan rekomendasi kepada instansi terkait yang berhubungan dengan penelitiannya.
  4. Jurnal mencantumkan saran yang merupakan harapan peneliti

Sebagai penutup, meskipun ditemukan berbagai kekurangan dan kelebihan dalam penelitian tersebut, namun penelitian tersebut telah memberikan kontribusi positif pada kemajuan dan pengembangan di bidang ilmu pengetahuan khususnya pada pengembangan karya ilmiah.

(Pubertas, 2008)

http://www.library.upnvj.ac.id/index.php?p=show_detail&id=2699

Untuk mendapatkan file tersebut dalam bentuk pdf silahkan klik CRITICAL JOURNAL 1

Advertisements
 

Tugas Mata Kuliah Komputer

Filed under: Tugas Mata Kuliah Komputer — icmzhe2subekti @ 9:10 pm

TELAAH JURNAL INTERNASIONAL

Metode pencarian literatur:

  • Database yang digunakan                   : Pubmed
  • Kata kunci pencarian literatur          : Quality of Midwifery Care
  • Jumlah literatur yang didapatkan   : Sekitar 1871 hasil (0,0068 dtk)
  • Proses seleksi literatur                         :

 

CRITICAL  JOURNAL

Quality Of Midwifery Led Care : Accessing The Effects Of Different

Models Of Continuity For Women’s Satisfaction

 

ABSTRAK

Latar Belakang:

Pemilihan Melahirkan (1993), sebuah laporan tentang masa depan pelayanan maternitas di Inggris, mendukung pengembangan layanan terutama komunitas kebidanan berbasis kepemimpinan untuk kehamilan normal, dengan prioritas pada penyediaan “perawatan berpusat pada wanita”. Hal ini mengakibatkan pengembangan skema lokal menekankan kesinambungan perawatan kebidanan dan pilihan meningkat dan kontrol bagi perempuan.

Tujuan:

Untuk membandingkan dua model praktek kelompok kebidanan (beban kasus bersama dan beban kasus pribadi) dalam hal: (a) sejauh mana wanita melihat bidan yang sama antenatal dan mengetahui bidan dalam kelahiran, dan (b) preferensi perempuan untuk kelangsungan dan kepuasan dengan perawatan mereka.

Metode:

Sebuah tinjauan catatan kasus kehamilan dan survei dari kelompok perempuan pada usia kehamilan 36 minggu dan 2 minggu postpartum yang menghadiri praktek kebidanan dua kelompok. Kuesioner telah diselesaikan oleh 247 perempuan antenatal (72 tanggapan%) dan 222 (68%) postnatal. Ukuran hasil adalah tingkat kontinuitas yang dialami selama kehamilan, intrapartum, maupun setelah melahirkan, preferensi perempuan untuk kontinuitas pemberi asuhan, dan peringkat kepuasan dengan benar.

Hasil:

Semakin tinggi tingkat kontinuitas antenatal pemberi asuhan kebidanan dengan beban kasus pribadi dikaitkan dengan persentase yang lebih rendah setelah sebelumnya bertemu pengiriman utama mereka bidan (60% v 74%). Preferensi Perempuan untuk kelangsungan antenatal secara signifikan terkait dengan pengalaman mereka. Peringkat postnatal mengetahui bidan dalam menolong persalinan sangat penting memang” dikaitkan dengan peringkat kedua setelah kehamilan, dan pengalaman aktual perempuan. Kontinuitas pribadi pengasuh tidak merupakan prediktor yang jelas kepuasan perempuan dengan benar. Lebih penting adalah harapan perempuan, hubungan mereka dengan bidan, komunikasi, dan keterlibatan dalam pengambilan keputusan.

Kesimpulan:

Kebidanan skema dipimpin berdasarkan beban kasus kedua bersama dan pribadi dapat diterima oleh wanita. Penentu yang lebih penting dari kualitas dan kepuasan perempuan adalah etos konsistensi perawatan perawatan, komunikasi yang baik, dan partisipasi dalam pengambilan keputusan.

Kata Kunci : Perawatan kontinuitas, kebidanan, evaluasi pelayanan, kepuasan

 

Judul                              :Quality of midwifery led care : accessing the effects of different models of continuity for women’s satisfaction

Penulis                          :Myfanwy Morgan, Natalie Fenwick, Christina Mc Kenzie, Charles D A Wolfe

Publikasi                        : Yulia Yekti Subekti P27224012 087

Tanggal Telaah             : 27 Juni 2012

 A. Diskripsi Journal

1. Tujuan Penelitian

Untuk membandingkan dua model praktek kelompok kebidanan (beban kasus bersama dan beban kasus pribadi) dalam hal : (a) sejauh mana wanita melihat bidan yang sama antenatal dan mengetahui bidan pengiriman, dan (b) preferensi perempuan untuk kelangsungan dan kepuasan dengan perawatan mereka.

2. Hasil Penelitian

Semakin tinggi tingkat kontinuitas antenatal pemberi asuhan kebidanan dengan beban kasus pribadi dikaitkan dengan persentase yang lebih rendah setelah sebelumnya bertemu pengiriman utama mereka bidan (60% v 74%). Preferensi Perempuan untuk kelangsungan antenatal secara signifikan terkait dengan pengalaman mereka. Peringkat postnatal mengetahui bidan dalam menolong kelahiran sebagai “sangat penting memang” dikaitkan dengan peringkat kedua kehamilan sebelumnya pentingnya, dan pengalaman aktual perempuan. Kontinuitas pribadi pengasuh tidak merupakan prediktor yang jelas kepuasan perempuan dengan benar. Lebih penting adalah harapan perempuan, hubungan mereka dengan bidan, komunikasi, dan keterlibatan dalam pengambilan keputusan.

3. Kesimpulan

Kebidanan skema dipimpin berdasarkan beban kedua kasus bersama dan pribadi yang dapat diterima oleh wanita. Penentu yang lebih penting dari kualitas dan kepuasan perempuan adalah etos konsistensi perawatan perawatan, komunikasi yang baik, dan partisipasi dalam pengambilan keputusan.

 B. Telaah Journal

1. Fokus Utama Penelitian

Maternity care in the United Kingdom has traditionally been based on medically oriented model, with responsibility for care shared by community aan hospital based midwives, general practiners, and obstetricans.

Their report, Changing Childbirth (1993) formed a manifesto for change in maternity service in the United Kingdom towards a primarily comunity based midwifery led service for normal pregnancy, with priority given to the provision of  woman centred care.

Three requirements in achieving a woman centred service were identified as contunuity f care, and provision of increased choice and control over their care by women and their partner.

However 10 indicator of succes to be achieved within five years werw identified, including that every woman should know one midwife who ensures contunuity of her care (the name midwife) and that at least 75 % of woman should know the person who cares for during their delivery.

Praktek persalin di Inggris secara tradisional didasarkan pada model berorientasi medis dengan tanggung jawab perawatan bersama oleh komunitas rumah sakit bidan dengan berbasis practek umum dan obstetrican.

Pemilihan kelahiran membentuk suatu manifesto untuk perubahan pelayanan bersalin menuju kebidanan komunitas terutama berbasis pelayanan untuk kehamilan normal, dengan prioritas pada penyediaan perawatan wanita terpusat.

Tiga persyaratan dalam mencapai layanan wanita berpusat pada perawatan kontinuitas, penyediaan pilihan meningkat dan kontrol atas perawatan mereka oleh pasangannya.

Sepuluh indikator keberhasilan yang harus dicapai dalam waktu lima tahun diidentifikasi, termasuk bahwa setiap perempuan/wanita harus tahu satu bidan yang menjamin tantang kontinuitas perawatan dan setidaknya 75 % dari wanita harus tahu tentang perawatan itu.

B. Elemen yang mempengaruhi tingkat kepercayaan suatu penelitian

1. Gaya Penulisan :

Sistematika penulisan telah tersusun dengan baik dan jelas mulai dari judul penelitian, nama penulis, abstrak (konteks, tujuan penelitian, pengaturan dan desain, bahan dan metode, analisis statistik, hasil, kesimpulan, dan kata kunci), pendahuluan, bahan dan metode, hasil, pembahasan, kesimpulan. Meskipun tujuan dimasukkan ke dalam pendahuluan dan kesimpulan di masukkan dalam pembahasan dalam artian tidak ada point besar tersendiri tentang tujuan penelitian dan kesimpulan.

Tata bahasa yang dipergunakan dalam penulisan jurnal ini cukup mudah dipahami sehingga memudahkan pembaca untuk mengerti bagaimana penelitian tersebut dilaksanakan dan apa hasil yang diperoleh.

2. Penulis :

Penulis dalam penelitian ini berasal dari Departemen Kesehatan Masyarakat, kesatuan medis dan Dental School, London : Myfanwy Morgan, Natalie Fenwick, Charles D A Wolfe. Direktur Pelayanan Kebidanan Hospitals trust, London : Christina Mc Kenzie.

Gelar akademik dari penulis sudah benar karena tidak di cantumkan

Menurut penelaah, dengan melihat latar belakang departemen mereka berasal, penulis tersebut mempunyai kualifikasi yang cukup di bidang yang mereka teliti.

 3. Judul :

Quality of midwifery led care : accessing the effects of different models of continuity for women’s satisfaction

Judul penelitian cukup jelas, akurat, tidak ambigu, dan menggambarkan apa yang akan diteliti.

Namun kekurangannya : belum memenuhi prinsip 5 W 1 H. Tidak dicantumkan tempat dan tahun penelitian diadakan.

 4. Abstrak :

Kelebihan :

Abstrak mampu menggambarkan secara jelas mengenai masalah penelitian, tujuan penelitian, metodologi dan hasil yang didapatkan.

Memenuhi IMRAD (Introduction, Metode, Result, Analize, Discussion) .

Mencantumkan kata kunci.

Kekurangan : Jumlah kata dalam abstrak melebihi 250 kata.

 C. Elemen yang mempengaruhi kekuatan suatu penelitian

1. Tujuan/ Masalah Penelitian :

Untuk membandingkan dua model praktek kelompok kebidanan (beban kasus bersama dan beban kasus pribadi) dalam hal : (a) sejauh mana wanita melihat bidan yang sama dalam perawatan antenatal dan mengetahui bidan dalam menolong persalinan, dan (b) preferensi perempuan untuk kelangsungan dan kepuasan dengan perawatan mereka.

2. Konsistensi Logis

Laporan penelitian telah mengikuti langkah-langkah yang seharusnya yaitu:dimulai dari judul penelitian, nama penulis, abstrak (latar belakang, pengaturan dan desain, bahan dan metode, analisis statistik, hasil, kesimpulan, dan kata kunci), pendahuluan, bahan dan metode, hasil, pembahasan, kesimpulan.

3. Literatur review :

Penyusunan literatur menggunakan sistim vancouver dan terorganisir dengan logis, namun seharusnya Nomor kutipan ditulis superskrip. Penulisan jurnal menggunakan analitis kritis berdasarkan literatur yang ada dengan membandingkan temuan-temuan pada penelitian sebelumnya dengan hasil yang didapatkan oleh penulis.

Contoh kutipan journal :

Since the publication of Changing Childbirth there has been a development in United Kingdom of new forms of community basef maternity servoce which provide all aspect of midwifery care (antenatal, intrapartum, and postnatal) to a defined caseload of woman.

As the recent report First Class Delivery : Improving Maternity Service in England notes, although it clear that personal contunuity of care is important it is not clear which is the best way of providing this. Several evaluations of midwifery led care have been undertaken, but there has been little comparasion of group practice midwifery offering different models of contunuity for women’s preferences and satisfaction.

Sejak publikasi pengubahan tentang pelayanan kelahiran telah mendorong perubahan dan perkembangan dalam bentuk service bersalin masyarakat yang menyediakan semua aspek perawatan kebidanan (antenatal, intarpartum dan postnatal).

Pengiriman laporan terakhir dalam catatan Inggris tentang upaya meningkatkan layanan bersalin, dengan menakankan perawatan kontinuitas pada pribadi wanita. Penawaran model yang berbeda dari kontinuity untuk preferensi dan kepuasan wanita.

Literatur yang digunakan hanya sekitar 50 % literatur terbaru yang berasal dari jurnal-jurnal yang telah dipublikasikan sebelumnya.

 4. Theoritical kerangka :

Baik kerangka konseptual maupun kerangka teori tidak digambarkan secara jelas dalam jurnal penelitian tersebut, namun pada bagian pembahasan, tinjauan pustaka mengenai kualitas kepemimpinan perawatan, model praktek kebidanan, kepuasan pasien pada berbagai penelitian sebelumnya dijelaskan dengan cukup rinci.

5. Tujuan/ sasaran/ pertanyaan penelitian/ hipotesis :

Tujuan dan sasaran penelitian terdapat dalam pendahuluan jurnal tersebut, namun tidak diberikan judul khusus sehingga penelaah mengambil sendiri tujuan tersebut setelah membaca pembahasan dalam jurnal tersebut yaitu :

We investigated the effect of midwifery group practice organised as shared and personal caseloads in term of : (a) the extent to which women see the same midwife antenatally and know the delivery, and (b) women’s preferences for antenatal continuity, knowing the delivery midwife, and satisfaction with their care

6. Sampel

Women’s preference and satisfaction were assessed through a survey of all women under the care of the two group practice who were due to delivery between November 15 1995 and September 15 1996. Two postal were administered, one at 36 weeks of postnatally (to 327 women). Fewer questionnaires were sent out potsnatally because 13 womens had meved from the area and did not deliver with the group practice midwives.

Preferensi perempuan dan kepuasan dinilai melalui survey pada semua wanita pada dua kelompok praktek perawatan yaitu antara 15 November 1995 dan 15 September 1996) dengan satu per 36 minggu postnatal. Kuesioner kurang meenuhi karena 13 perempuan telah pindah dari daerah itu dan tidak melahirkan di bidan kelompok praktek.

7. Pertimbangan Ethical :

Sebelum mendapatkan persetujuan lisan dari peserta (subjek penelitian), terlebih dahulu mereka diberikan penjelasan mengenai: tujuan, sasaran dan metodologi penelitian.

Izin etik untuk penelitian terlebih dahulu diperoleh dari Pengelola Pendidikan dan Kepala Sekolah, Karamsad serta izin dari pimpinan perusahaan dan institut yang staffnya terlibat dalam penelitian tersebut.

8. Definisi Operasional :

Definisi operasional mengenai kualitas kepemimpinan perawatanan kebidanan tidak disebutkan secara jelas dalam jurnal tersebut.

9. Metodologi

A review of maternity case notes and survey of a cohort of women at 36 weeks of gestation and 2 week postpartum who attended the two midwifery group practice.

Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dengan pertanyaan terbuka.

Pengujian reliability dan validitas instrumen tidak dijelaskan dalam jurnal tersebut

10. Data Analisis dan Hasil

Univariat comparasions were made between the two models of care for continuity, and women’s preference and eksperience for continuity. Categorical variables were analysed with the ᵡ2 test and continuous variables with a non normal distribution by the Mann-Whitney U test.

Logistic regression analysis was used to investigate the influence of social class, ethnicity previous eksperiece of maternity care (whether a firts child), and practice variables on : (a) preferences for antenatal continuity (comparing women who preferred to see the same midwife at each antenatal check with those who did not mind which midwife they saw or would prefer to see a different midwife at each check., (b) preferences for intrapartum care (comparing women who rated knowing the delivery midwife as score 5, very important indeed, with those who rated as score 4 or lower, and (c) satisfaction with antenatal and intrapartum care (comparing women who rated their care as score 5 exelellent with those who rated it as score 4 or lower)

Penilaian dari kontinuitas perawatan antenatal dan intraparum dinilai sangat penting. Perbandingan dari kuesioner antenatal menunjukan beberapa perubahan dalam respon perempuan, hanya dua per tiga perempuan dinilai mengetauhi tentang pelayanan kelahiran. Sedangkan pada kuesioner antenatal memberikan reespon yang hampir serupa dengan postnatal kuesioner. Analisis regresi menunjukan bahwa rating postnatal perempuan berkaitan dengan pelayanan kelahiran serupa dengan peringkat pelayanan antenatal sangat berkaitan dengan pelayanan intrapartum terkait dengan pengalaman actual mereka dalam kontinuitas intrapartum-antenatal.

Penyajian tabel disertai dengan narasi yang jelas mengenai isi tabel.

Sekitar 85 % perempuan dari ke dua praktek keompok ini memberi skor dari tiga atau lebih pada skala dari nol sampai lima, dan 28 % (39 sekitar 85% perempuan dari kedua praktek kelompok ini memberi skor dari tiga atau lebih pada skala dari nol sampai lima, dan 28% (39/139) perempuan dari praktek kelompok perawatan bersama dan 40% (43/108) dari mereka yang berasal dari praktek perawatan pribadi kelompok memberikan skor lima (exellent). Tidak ada hubungan yang signifikan antara peringkat perempuan dari kualitas perawatan antenatal dan salah satu variabel responden atau praktek diperiksa.

Peringkat postnatal perawatan selama persalinan positif similary; lebih dari 90% wanita dinilai perawatan mereka baik, dan 57% perempuan dalam beban kasus grou bersama
p dan praktek 71% dalam praktek kelompok beban kasus pribadi dinilai sebagai sangat baik. tidak ada hubungan yang signifikan antara peringkat perawatan selama persalinan dan melahirkan yang sangat baik dan sebagai salah satu variabel diperiksa dengan pengecualian latihan bersama dihadiri, dengan perempuan dari kelompok latihan beban kasus pribadi menjadi lebih mungkin untuk menilai perawatan mereka sebagai sangat baik.

Tanggapan untuk pertanyaan terbuka dalam kuesioner postnatal tentang aspek terbaik dari perawatan, menunjukkan bahwa pada aspek kontinuiti perawatan disebutkanhanya 10% (22/222) perempuan, dengan keramahan dari bidan 17% dan jaminan dan dukungan 21% yang lebih sering diidentifikasi.

11. Pembahasan temuan hasil penelitian

Kelebihan :

Bagian pembahasan mengacu kepada beberapa kriteria Hills :

a. Kekuatan asosiasi

Several evaluation of midwifery led care have been undertaken, but there has been little comparison of group practice midwifery offering different models of continuity for women’s preferences and satisfaction.

Evaluasi asuhan kebidanan telah dilakukan, tetapi belum ada perbandingan tentang asuhan kelompok paktek yang menawarkan model yang berbeda dari kontinuitas untuk preferensi perempuan dan kepuasan wanita.

b. Konsistensi

Since the publication of the Changing Childbrth there has been a development in the United Kingdom of new forms of community based maternity service which provide all aspect of midwifery care (antenatal, intrapartum, and postnatal).

Sejak publikasi tentang pemilihan kelahiran mendorong pembangunan di Inggris dengan penawaran baru untuk perawatan kontinuitas wanita dengan memberikan semua aspek perawatan kebidanan (antenatal, intrantal, dan post natal).

c. Hubungan temporal

Tidak bisa diketahui keberadaan faktor kausanya sebab disini yang diteliti adalah kualitas dari kepemimpinan bidan dalam memberikan perawatan ditinjau dengan perbedaan model kontinuitas untuk kepuasan wanita.

d. Spesifitas

Penelitian ini membandingkan dua model pelayanan kebidanan yang menekankan tentang kontinuitas pelayanan untuk kepuasan wanita.

e. Efek dosis respon

Tidak  ada efek dosis respon sebab penelitian ini bukan eksperimen sehingga tidak ada intervensi.

f. Plausability

Pada penelitian ini, unsur kausalitas dalam hal biological plausibility terpenuhi sebab penentu yang lebih penting dari kualitas perawatan kebidanan dan kepuasan perempuan adalah etos konsistensi perawatan, komunikasi yang baik, dan partisipasi dalam pengambilan keputusan yang merupakan penerapan dari model praktek kebidanan.

g. Koherensi/Kesesuaian

Pada penelitian ini, unsur coherence/kesesuaian terpenuhi dalam hal pemilihan subyek dimana dalam mengulas kembali tentang perawatan kebidanan pada masa antenatal, intranatal, dan post natal. Sehingga dalam kontinuitas perawatan kebidanan mudah dibandingkan.

h. Bukti Eksperimen

Penelitian ini bukan merupakan experimental study.

i. Analogi

Pada penelitian ini, unsur kausalitas dalam hal analogi terpenuhi sebab dalam beberapa penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa konsistensi perawatan yang berbasis kontinuitas pelayanan mengembangkan  semua aspek perawatan kebidanan(antenatal,intrapartum,postnatal).

12. Referensi

Literatur yang yang digunakan sekitar 50 % menggunakan literatur terbaru yang berasal dari jurnal-jurnal yang telah dipublikasikan sebelumnya.

13. Kesimpulan dan Saran

a. Isi kesimpulan peneliti merupakan jawaban dari tujuan penelitian.

b. Kesimpulan ringkas, jelas dan padat

c. Peneliti memberikan rekomendasi kepada instansi terkait yang berhubungan dengan penelitiannya.

d. Jurnal mencantumkan saran yang merupakan harapan peneliti.

Kekurangan

Tujuan penelitian dimasukkan dalam latar belakang. Sedangkan saran dimasukkan dalam pembahasan, tidak menuliskan point besar tersendiri tentang tujuan, kesimpulan dan saran.

Sebagai penutup, meskipun ditemukan berbagai kekurangan dan kelebihan dalam penelitian tersebut, namun penelitian tersebut telah memberikan kontribusi positif pada kemajuan dan pengembangan di bidang ilmu pengetahuan khususnya pada pengembangan karya ilmiah.

(Di et al, Qual Health Care,1998 Jun;7(2):77-82.)

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed?term=Quality%20Of%20Midwifery%20Led%20Care%20%3A%20Accessing%20The%20Effect%20Different%20Models%20of%20continuty%20for%20women%27s%20satisfaction

Untuk mendapatkan file tersebut dalam bentuk pdf. klik CRITICAL JOURNAL. terima kasih